Puisi : What if ? Bagaimana jika?

What if?

Bagaimana jika aku jadi kaya-raya?

Mungkinkah aku kan tetap bersyukur?

Mungkinkah makan nasi lauk ikan asin masih terasa nikmat?

Mungkinkah uang seribu masih terasa bernilai?

Mungkinkah tidur malamku masih terasa lelap?

Mungkinkah aku masih mengingat kemiskinan?

Mungkinkah hanya berbelanja barang yang dibutuhkan?

Mungkinkah masih membeli tahu bulat harga tiga dua ribuan?

Mungkinkah …?

 

Bagaimana jika aku jadi pejabat yang berkuasa?

Mungkinkah kepalaku tetap tunduk?

Mungkinkah masih bisa jajan mie ayam di pinggir jalan?

Mungkinkah masih bisa bersepeda ke pasar tradisional?

Mungkinkah masih sempat bercengkrama dengan keluarga?

Mungkinkah keluargaku tak bertambah banyak dengan seketika?

Mungkinkah berbicara tanpa basa-basi dan janji-janji?

Mungkinkah masih bisa melihat wajah-wajah orang tanpa topeng?

Mungkinkah amplop masih memiliki arti yang sebenarnya?

Mungkinkah …?

 

Sungguh tidaklah bermanfaat memanjangkan angan-angan

syukuri apa yang ada ditangan

agar tidak sesal berkepanjangan…

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s