Puisi “Tiada” oleh eas

aku ada namun tiada

mungkin seperti udara untuk bernapas

yang ada, namun seperti tiada

tapi itu terlalu bagus untuk aku

aku ada namun tiada

mungkin seperti tanda koma dalam kalimat

ada

namun tidak mempunyai arti

tapi itu juga terlalu bagus untuk aku

aku ada namun tiada

mungkin seperti debu

yang disingkirkan jika menempel

dan dibiarkan bila tak terlihat

tapi itu pun terlalu bagus untuk aku

aku ada namun tiada

sejatinya aku terlahir dari ketiadaan

kemudian aku menjadi ada

dan mungkin setelah kembali ke ketiadaan

aku mulai akan terpikirkan

seperti udara yang hilang ketika hendak bernapas

seperti tak adanya tanda koma dalam kalimat yang panjang

seperti tidak terlihatnya kilau indah debu di bawah cahaya matahari

namun itu semua bukan aku

aku hanya ada namun tiada

dan kadang hal itu membuat butir air mata menjadi ada

 

Lahat, 9 Agustus 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s