Sinopsis Buku “Perjanjian dengan Maut” oleh Agatha Christie

 

Sinopsis "Perjanjian Dengan Maut"

Sinopsis “Perjanjian Dengan Maut”

Judul : Perjanjian dengan Maut

Penulis : Agatha Christie

Penerbit : PT. Gramedia

Buku-buku Agatha Christie selalu menawan buatku. Terutama yang menampilkan Hercule Poirot– seorang detektif ulung asal Belgia -yang selalu bisa memecahkan kasus pembunuhan hanya dengan menyimak percakapan dengan orang-orang yang berada / terlibat  dalam suatu kasus pembunuhan dan memandang dari segi psikologis sang pembunuh atau terbunuh.

Kali ini Hercule Poirot menghadapi sebuah kasus pembunuhan seorang wanita tua gemuk (Ny. Boynton) asal Amerika yang memiliki penyakit jantung. Di balik kelemahannya wanita ini mempunyai sifat seorang tiran yang selalu ingin menguasai orang-orang di sekitarnya. Bahkan ia telah menekan dan menyiksa jiwa anak-anaknya sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang takut menghadapi dunia luar.

Asal mula cerita ini mengambil setting di Hotel Solomon, tempat semua tokoh dalam cerita ini bertemu. Sarah King -seorang calon dokter yang menaruh hati pada salah seorang dari keluarga Boynton(Raymond Boynton)-dan dr. Gerard merasa sangat tertarik dengan keanehan perilaku keluarga Boynton ini. Mereka semua tampak gugup dan tertekan. Mereka selalu berada di sekitar ibunya dan melayani sang ibu dengan kepatuhan yang aneh.

Kemudian cerita terus bergulir. Sang ibu yang sangat tiran dan suka melihat orang lain tersiksa, merasa bosan dengan korban-korbannya yang sudah tidak mempunyai keinginan untuk melawan, sehingga mencoba untuk menangkap mangsa baru. Dan secara tidak sengaja ia dipertemukan dengan seseorang dari masa lalunya dengan rahasia yang bisa ia jadikan bahan untuk menyiksa dan menguasai orang tersebut. Ny. Boynton membuat perjanjian untuk bertemu, namun ternyata perjanjian itulah yang membawa dia kepada mautnya.

Kasus ini sangat membingungkan, karena hampir semua anggota keluarganya punya motif dan kesempatan untuk membunuhnya. Kematiannya pun hampir dianggap sebagai sebagai serangan jantung biasa, apabila dr. Gerard tidak menyampaikan kecurigaannya akan terjadinya sebuah pembunuhan karena pada hari kejadian itu, ia sempat kehilangan jarum suntik dan obat digitoxin-obat bagi penderita penyakit jantung yang apabila diberikan dalam dosis yang berlebihan akan mengakibatkan kematian yang terlihat seperti kematian akibat serangan jantung. Hercule Poirot pun dengan mudah bisa mengungkap kasus pembunuhan ini. Kita pun di buat berpikir dan menduga-duga siapakah pembunuh sebenarnya. Buku ini berakhir dengan ending yang sangat manis.Aku suka. Setiap tokoh kecuali pembunuh, akhirnya merasakan simpati dan rasa kasihan  pada Ny. Boynton-seorang ibu tua yang berharap bisa memuaskan dirinya dengan menguasai orang-orang disekitarnya, namun sampai pada kematiannya pun dia tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkannya. Tak seorang pun yang pernah benar-benar dikuasainya.

Nb. Pinjam di Perpustakaan Daerah kabupaten Lahat

 

BACA SINOPSIS BUKU LAINNYA DI SINI

 

Iklan

One comment on “Sinopsis Buku “Perjanjian dengan Maut” oleh Agatha Christie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s