Sinopsis Buku: “Matilda” oleh Roald Dahl

Judul :  Matilda

Penulis  : Roald Dahl

Ilustrasi  : Quentin Blake

Penerbit : PT. Gramedia

Matilda oleh Roald Dahl

Matilda oleh Roald Dahl

Sinopsis Buku: “Matilda” oleh Roald Dahl

Aku belum pernah membaca buku karangan Roald Dahl. Hanya aku pernah membaca bahwa Dahl  adalah seorang penulis buku-buku best seller anak sekelas Enid Blyton. Karya-karyanya berhasil menghidupkan fantasi anak-anak.

Jadi pas ketemu bukunya di perpustakaan, senang sekali.

Sinopsis Buku: “Matilda” oleh Roald Dahl

Tokoh-tokoh dalam buku Matilda

Tokoh-tokoh dalam buku Matilda

Buku ini bercerita tentang seorang gadis kecil bernama Matilda, anak dari Mr. dan Mrs. Wormwood. Ia mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Michael. Masa kecil seorang anak biasanya masih bergelimang kasih sayang dari kedua orang tuanya. Namun tidak begitu halnya dengan Matilda. Kedua orang tuanya sibuk dengan kesibukan masing-masing.

Ayahnya seorang penjual mobil bekas yang demi meraup keuntungan besar selalu menipu konsumennya. Beberapa trik jahat dilakukannya untuk menyulap mobil yang rusak menjadi pantas untuk dijual. Ayahnya sangat tidak suka dengan Matilda. Ia hampir  menganggap Matilda itu tidak ada. Matilda baginya hanya seorang anak perempuan yang bodoh dan tidak berguna. Seorang anak perempuan tidak sepatutnya pintar itu menurutnya.

Ibunya seorang ibu rumah tangga yang tiap hari kerjanya pergi main Bingo. Setiap hari ia hanya menyiapkan makanan siap saji yang hanya perlu dipanaskan untuk keluarganya. Ia hanya memperhatikan penampilan dan kesenangannya sendiri.

Kakaknya Michael yang tidak begitu jelas kegiatan seharinya-harinya selain sekolah dan menonton TV. Namun ia masih cukup diperhatikan oleh ayah dan ibunya karena dia seorang anak laki-laki.

Sinopsis Buku: “Matilda” oleh Roald Dahl

Setiap orangtuanya sudah pulang ke rumah, maka kegiatan di rumah itu hanyalah menonton TV. Makan pun harus di depan TV. Ibu dan ayahnya tidak mau melewatkan sedikitpun acara favoritnya di TV. Anehnya pasangan itu sangat cocok satu sama lain. Mereka menganggap Matilda seperti bisul yang mengganggu. Sungguh orang tua yang buruk bagi anak semanis Matilda.

Kegiatan sehari-hari keluarga Wormwood

Kegiatan sehari-hari keluarga Wormwood

Umur tiga tahun Matilda sudah bisa membaca. Ia belajar sendiri mengenal huruf-huruf dengan otaknya yang jenius. Setelah bisa membaca ia mempunyai kebutuhan untuk membaca buku-buku. Hal itu bisa dipenuhinya di perpustakaan yang agak jauh dari rumahnya. Tiap kali ibunya pergi untuk bermain Bingo, ia pergi ke perpustakaan untuk membaca. Lalu ia akan pulang sebelum ibunya pulang ke rumah.

Ibu penjaga perpustakaan itu mulanya mengira Matilda hanya melihat gambar-gambarnya saja, namun ternyata Matilda bisa menceritakan isi dari setiap buku yang dibacanya. Setelah habis semua buku anak-anak dibacanya, ia pun mulai membaca buku-buku berkualitas untuk  orang dewasa seperti Ernest Hemingway, Charles Dickens dan lain-lain. Sayangnya penjaga perpustakaan itu bukan orang yang suka mencampuri urusan orang lain, sehingga kejeniusan Matilda tidak pernah ia beritahukan ke orang lain.

Setelah beberapa waktu Matilda baru tahu bahwa buku-buku perpustakaan bisa ia pinjam ke rumah. Sejak itu kegiatannya adalah  membaca di kamarnya.

Matilda dan Buku

Matilda dan Buku

Sinopsis Buku: “Matilda” oleh Roald Dahl

Ayahnya sangat jengkel ketika tahu bahwa Matilda sangat menikmati kegiatannya membaca buku. Ia bahkan tidak peduli dengan kenyataan bahwa anak sekecil itu sudah bisa membaca. Ia terus beranggapan bahwa Matilda bodoh dan tidak berguna. Ia tidak bisa menerima bahwa orang lain bisa sangat menikmati kegiatan yang dilakukan seperti membaca. Ia menyuruh Matilda untuk menonton TV dan merobek-robek buku perpustakaan Matilda.

Namun Matilda yang mempunyai cakrawala pengetahuan sangat luas melalui buku-buku yang sudah dibacanya, sekarang memiliki keinginan untuk membalas setiap kali ayahnya menyakiti perasaannya. Ia beranggapan ayahnya harus dihukum atas kesalahan yang dilakukannya. Sungguh dengan otaknya yang pintar ia berhasil membalas ayahnya dengan rencana-rencana konyol yang brilian. Aku saja membacanya sampai ngakak…

Sinopsis Buku: “Matilda” oleh Roald Dahl

Setelah akhirnya Matilda dimasukkan juga oleh kedua orangtuanya ke sekolah, guru kelasnya Jennifer Honey, pada hari pertama sekolah menemukan bahwa anak ini pandai luar biasa. Ia tampak seperti anak kebanyakan, itu bila kita tidak mulai menanyainya tentang buku-buku dan matematika. Matilda juga mempunyai kemampuan berhitung yang luar biasa.

Kelas Miss Honey

Kelas Miss Honey

Miss Honey ingin memindahkan Matilda ke kelas tertinggi sesuai dengan kecerdasannya tersebut, namun terhalang oleh sang kepala sekolah yang mengerikan, Miss Truchbull. Ia sangat membenci anak-anak kecil. Ia bahkan mempunyai ruang penyiksaan untuk menghukum anak-anak yang dianggapnya bersalah.

Ia benci melihat rambut Amanda Thripp yang dikepang manis oleh ibunya, sehingga ia menjadikan Amanda seperti martil yang dilemparkannya ke lapangan rumput.  Ia bahkan memerintahkan Bruce Bogtrotter untuk menghabiskan kue yang sangat besar karena kedapatan memakan biskuit dari tukang masak yang khusus dibuat untuk kepala sekolah tersebut. Wuaah, hebat sekali cerita ini. Rasanya seperti tidak mungkin. Tapi seperti kata Matilda kekuatan Miss Trunchbull adalah pada perbuatannya yang tidak mungkin bisa dipercayai orang lain sehingga ketika kita mengungkapkannya pada orang lain, tidak ada satupun orang yang akan percaya. Kejahatan yang sempurna.

Kejahatan yang sempurna

Kejahatan yang sempurna

Miss Honey pun berusaha memberitahukan kepada orang tua Matilda tentang kejeniusan anaknya. Ternyata ia sangat terkejut dan kecewa dengan apa yang ditemuinya. Kasihan sekali Matilda mempunyai orang tua seperti Mr. dan Mrs. Wormwood.

Sinopsis Buku: “Matilda” oleh Roald Dahl

Pada suatu ketika, Lavender-teman Matilda memasukan kadal air ke dalam tempat air Miss. Trunchbull, namun yang dituduh adalah Matilda. Rasa bencinya kepada orang yang telah menuduhnya tanpa alasan membuat Matilda tiba-tiba merasakan kekuatan yang luar biasa untuk bisa menggerakkan benda melalui matanya. Ia hanya memikirkannya dengan sangat maka seperti ada tangan-tangan dari matanya yang akan membantunya mewujudkan keinginannya.

Ia memutuskan untuk memberitahu Miss Honey yang menganjurkannya untuk melatih kekuatannya itu.  Itulah saat pertama Matilda akhirnya berkunjung ke rumah Miss Honey. Gubuk yang tidak pantas di sebut rumah. Matilda tidak pernah membayangkan bahwa gurunya yang baik itu tinggal di tempat seperti itu.

Sinopsis Buku: “Matilda” oleh Roald Dahl

Ternyata bibinya Miss Honey telah merebut harta warisan dari kedua orangtuanya yang telah meninggal, dan ia tidak dapat merebutnya kembali karena surat warisannya tidak pernah ditemukan. Kalian pasti sudah bisa menebak siapakah bibi Miss Honey. Ya, Miss Truchbull.

Matilda memutuskan untuk membantu Miss Honey merebut warisannya kembali. Berhasilkah Matilda? Bagaimana dengan kekuatan supranaturalnya? Bagaimana akhir kisah ini? Yang jelas akhirnya bahagia dan aku suka akhir yang bahagia.

Akhir yang bahagia

Akhir yang bahagia

Sinopsis Buku: “Matilda” oleh Roald Dahl

Setelah membaca buku ini aku tertarik untuk mengetahui biografinya Roald Dahl. Ternyata benar, pengalaman seseorang akan membentuk cerita seperti apa yang akan tertuang dalam bukunya.

Roald Dahl

Roald Dahl

Sebenarnya buku ini lebih cocok untuk ditujukan sebagai bahan pemikiran untuk  pembaca dewasa. Bagaimana seharusnya mereka memperlakukan anak-anak mereka.

Untuk anak-anak, menurutku ini lebih merupakan sebuah perwujudan dari khayalan anak-anak yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dalam keluarganya. Mempunyai otak jenius luar biasa dan mempunyai kekuatan supranatural, sungguh suatu impian bagi semua anak. Dan Roald Dahl mewujudkan semua itu dalam bukunya dengan bahasa yang jenaka.

Selamat membaca saja ya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s